Jumat, 08 Desember 2017

ANALISIS KEPEMIMPINAN KABUPATEN SUKABUMI



KATA PENGANTAR
Bismillah al-Rahman al-Rahim
Puji syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Allah Swt. karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi dengan baik. Shalawat beserta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Saw. dan kepada seluruh shahabat dan keluarga serta para pengikutnya sampai akhir zaman.
Makalah ini menguraikan analisa kepemimpinan yang diharapkan sesuai dengan geografis serta demografis di Kabupaten Sukabumi yang disusun  untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi program S1 Manajemen UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Sebagai salah satu wujud rasa cinta penulis terhadap Kabupaten Sukabumi, penulis memilih daerah Sukabumi untuk dijadikan bahan analisa karena Kabupaten Sukabumi memiliki daya tarik yang luar biasa, kekayaan alam yang indah nan melimpah, serta merupakan wilayah terluas di Provinsi Jawa Barat. Hal ini merupakan peluang yang sangat besar bagi kabupaten Sukabumi untuk menjadi icon pariwisata dan Budaya Jawa Barat.. Sejauh ini apa yang telah dilakukan Bupati-bupati Sukabumi terus berkembang sangat baik. Namun, typologi pemimpin yang seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan Kabupaten Sukabumi? menjadi PR bagi penulis. Penulis sangat menyadari mengelola wilayah yang luas tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Oleh karena itu, penulis mencoba berkontribusi dalam menyaluran aspirasi dengan harapan Sukabumi semakin lebih baik lagi.
Akhir kata penulis ucapkan banyak terima kasih serta mohon maaf apabila dalam makalah ini masih terdapat berbagai kekurangan.



Bandung, 15 Mei  2017

 Penulis
BAB I
LANDASAN TEORI KEPEMIMPINAN

1.      Pengertian Kepemimpinan
Menurut William G. Scott (1973) dalam buku “Leadership Failures, the Distrusting Public, and Prospects of the Administrative State” bahwa kepemimpinan adalah proses memengaruhi aktivitas yang diorganisir dalam suatu kelompok dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkannya.
Pengertian Kepempinan oleh Felix. A. Nigro (1965) dalam bukunya “Modern public administration” bahwa ini dari kepemimpinan adalah memengaruhi aktivitas orang lain.
Pengertian kepemimpinan oleh Edward Lyman Munson, seorang brigadir Jenderal, dalam bukunya “The Management of Man  A Handbook On The Systematic Development Of Morale And The Control Of Human Behavior. 1905” bahwa kepemimpinan adalah suatu kesanggupan ataupun kemampuan untuk mengatas orang orang yang sedemikian rupa agar mencapai hasil yang sebesar besarnya dengan kemungkinan konflik yang sekecil kecilnya dan sebesar mungkin terjalinnya kerja sama.
Kemudian oleh Ordway Tead (1931) dalam bukunya “The art of leadership” bahwa pengertian kepemimpinan adalah penggabungan perangai yang membuat seseorang mungkin dapat mendorong beberapa pihak lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Kemudian oleh Massarik, Tannenbam dan weschler (1961) bahwa pengertian kepemimpinan adalah sebuah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam keadaan tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi menuju arah pencapaian satu tujuan tertentu ataupun lebih.
Sumber:http://www.learniseasy.com/pengertian-kepemimpinan-dan-teori-kepemimpinan.html

2.      Macam Macam Teori Kepemimpinan

1)      Teori Sifat : Teori kepemimpinan yang satu ini disebut trait theory. Ini merupakan teori kepemimpinan yang mempertanyakan sifat-sifat yang membuat seseorang dapat menjadi pemimpin. Dalam teori ini, tentu saja, memiliki kesimpulan bahwa seorang pemimpin itu ada karena dilahirkan, atau sesuai dengan sifat yang mereka miliki.
2)      Teori Kelompok: Teori kepemimpinan yang mengutamakan pertukaran positif dari pemimpin kepada para anggota dalam mencapai tujuan tujuan kelompok ataupun organisasi. Dalam teori ini, dipercaya bahwa dengan adanya hubungan saling tukar pendapat antara pemimpin dan anggota, tujuan organisasi ataupun kelompok dapat tercapai.
3)      Teori Situasional dan model kontijensi: Teori kepemimpinan yang berisikan tentang seorang pemimpin itu lahir dan ada karena adanya berbagai faktor situasional yang membuat anggota dan pemimpin saling bergantung satu sama lain dalam organisasi.
4)      Teori Situasional (teori siklus kehidupan) Hersey dan Blanchard: Teori kepemimpin yang memungkinkan pemusatan perhatian pada para anggota dengan mengatur gaya kepemimpinan tergantung pada kesiapan dan tingkat kedewasaan para anggota.
5)      Teori Pertukaran Pemimpin – anggota: Dalam teori ini dijelaskan bahwa dalam seorang pemimpin haruslah membagi dua area dalam organisasi ataupun kelompok mereka, yaitu kelompok luar dan kelompok dalam. Anggota dari kelompok dalam memiliki status kinerja yang lebih tinggi dari kelompok luar begitupun dengan tingkat kepuasan bersama pemimpin mereka.
6)      Teori Jalur Tujuan: Teori kepemimpin ini beranggapan bahwa tugas seorang pemimpin adalah membantu para anggota dalam mencapai tujuan dan memberikan arahan ataupun dukungan yang perlu guna memastikan tujuan mereka sesuai dengan sasaran keseluruhan dari kelompok ataupun organisasi.
7)      Teori Sumber  Daya Kognitif: Ini merupakan teori kepemimpinan yang menyatakan bahwa seorang pemimpin memperoleh kinerja kelompok yang efektif dengan membuat rencana rencana keputusan dan strategi yang efektif lalu mengomunikasikan kepada para anggota melalui pengaruh perilaku.
8)      Teori Neokharismatik: Teori kepemimpinan yang cukup keren namanya ini menekankan pada simbolisme yang dimiliki seorang pemimpin. Seorang pemimpin dalam organisasi haruslah memiliki daya tarik emosional dan para angggota mempunyai komitmen yang luar biasa.
9)      Teori Kepemimpinan Kharismatik: Teori ini mengemukakan bahwa para anggota organisasi mengakui kepemimpinan seorang pemimpin dengan mengamati perilaku perilaku tertentu yang dimilikinya khususnya yang bersifat heroik. Teori ini sedikit berbeda dengan teori kepemimpinan neokharismatik yang seakan akan pemimpin adalah orang yang paling diakui dan lebih dari semua anggotanya.

3.      Kriteria Kecakapan Pemimpin
1)      Manajemen
Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan manajemen yang baik. Dia harus dapat merencanakan segala sesuatu secara matang. Semua rencananya juga harus berjalan sesuai rencana dan tersusun secara sistematis. Dia juga selalu harus memiliki rencana cadangan, sehingga ketika rencana sebelumnya gagal, dia punya solusi untuk mengatasinya.
2)      Persamaan
Seorang pemimpin memang memiliki posisi yang lebih tinggi daripada bawahannya. Namun tidak berarti dia memiliki hak untuk mendominasi. Seorang pemimpin harus bisa memperlakukan semua orang di sekitarnya dengan cara yang sama. Dengan demikian, semua orang akan menghormatinya dan berusaha menaati perintahnya.
3)      Bekerja sama
Seorang pemimpin yang baik harus bisa menjaga hubungan baik antara dia dan bawahannya. Dia juga harus memastikan bahwa dirinya telah menjalin kerjasama yang baik antara dia dan bawahannya.
4)      Motivasi dan tekad
Seorang pemimpin yang baik harus memiliki motivasi dan juga harus mampu memotivasi orang lain. Dia harus memiliki tekad dan keyakinan yang besar, sehingga bawahannya yakin padanya dan mau mengikuti perintahnya.

5)      Keterampilan berkomunikasi
Seorang pemimpin yang baik harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan semua orang. Keterampilan berkomunikasi yang baik sangat diperlukan untuk menjalin hubungan yang baik antara pemimpin dan bawahannya.
6)      Antusiasme
Seorang pemimpin yang baik harus memiliki antusiasme dan semangat yang besar. Dengan demikian, orang di sekitarnya bisa terinspirasi dan termotivasi oleh semangatnya.
Sumber: www.merdeka.com/

4.      Pemimpin yang Ideal dalam Islam
Al-Mawardi rahimahullah dalam kitab al-Ahkâm ash-Shulthaniyah menyebutkan syarat-syarat seorang pemimpin, di antaranya:
1)      Adil dengan ketentuan-ketentuannya.
2)      Ilmu yang bisa mengantar kepada ijtihad dalam menetapkan permasalahan kontemporer dan hukum-hukum.
3)      Sehat jasmani, berupa pendengaran, penglihatan dan lisan, agar ia dapat langsung menangani tugas kepemimpinan.
4)      Normal (tidak cacat), yang tidak menghalanginya untuk bergerak dan bereaksi.
5)      Bijak, yang bisa digunakan untuk mengurus rakyat dan mengatur kepentingan negara.
6)      Keberanian, yang bisa digunakan untuk melindungi wilayah dan memerangi musuh.






Ibnul-Muqaffa’ dalam kitab al-Adabul-Kabir wa Adabush-Shaghir menyebutkan pilar-pilar penting yang harus diketahui seorang pemimpin: “Tanggung jawab kepemimpinan merupakan sebuah bala` yang besar. Seorang pemimpin harus memiliki empat kriteria yang merupakan pilar dan rukun kepemimpinan. Di atas keempat kriteria inilah sebuah kepemimpinan akan tegak, (yaitu):
1)      Tepat dalam memilih,
2)      Keberanian dalam bertindak,
3)      Pengawasan yang ketat, dan
4)      Keberanian dalam menjalankan hukum”.
Dia menambahkan: “Para pemimipin hendaklah selalu mengawasi para bawahannya dan menanyakan keadaan mereka. Sehingga keadaan bawahan tidak ada yang tersamar baginya, yang baik maupun yang buruk. Setelah itu, janganlah ia membiarkan pegawai yang baik tanpa memberikan balasan, dan janganlah membiarkan pegawai yang nakal dan yang lemah tanpa memberikan hukuman ataupun tindakan atas kenakalan dan kelemahannya itu. Jika dibiarkan, maka pegawai yang baik akan bermalas-malasan dan pegawai yang nakal akan semakin berani. Jika demikian, kacaulah urusan dan rusaklah pekerjaan”.

Sumber: https://almanhaj.or.id/2728-pemimpin-ideal.html












BAB II
TYPE PEMIMPIN YANG DIHARAPKAN
DI KABUPATEN SUKABUMI

2.1  Latar Belakang
A.     Kilas Sejarah Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Sukabumi adalah sebuah kabupaten di Tanah Pasundan, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Palabuhanratu. Kabupaten Sukabumi merupakan kabupaten terluas Jawa Barat dan juga kabupaten terluas kedua di pulau Jawa. Kabupaten Sukabumi berbatasan dengan Kabupaten Bogor di utara, Kabupaten Cianjur di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Lebak di barat. Menurut sejarah kabupaten Sukabumi telah berpenghuni sejak abad ke-9 M yang dibuktikan dengan ditemukannya prasati sanghyang tapak di kawasan Cibadak.
Bentuk kepemimpinan kabupaten Sukabumi pada masa kolonial Hindia-Belanda berada dibawah kepemimpinan kabupaten cianjur yang merupakan bagian dari Keresidenan Priangan. Namun pada tahun1776 Bupati Cianjur keenam membentuk sebuah kepatihan yakni kepatihan Tjikole yang kemudian pada 13 Januari 1815 berganti nama menjadi kepatihan Soekaboemi. Nama Soekaboemi diusulkan oleh Dr. Andries de Wilde (pemilik perkebunan teh di Soekaboemi). Soekaboemi diambil dari Bahasa Sansekerta; Soeka yang berarti kebahagian dan bhoemi  yang berarti tanah. Jadi Soekaboemi (Sukabumi) memiliki arti tanah yang disukai atau dapat didefinisikan bahwa Sukabumi merupakan tanah yang asri, hening, tenang dan sangat nyaman untuk dihuni serta sangat cocok untuk menghilangkan kepenatan. Hal ini yang menyebabkan apabila seseorang berkunjung ke Sukabumi mereka segan untuk meninggalkan dan kembali ke tempat asalnya.
Setelah Jepang menaklukkan Hindia Belanda pada 8 Maret 1942, dikeluarkanlah UU No.

. 27 tahun 1942 tentang perubahan Tata Pemerintahan Daerah pada tanggal 5 Agustus 1942. Karesidenan (Residentie Preanger Regentschappen) berganti nama menjadi Syukocan dan kepala daerahnya disebut Syukocanco.
Pada 1 oktober 1945 (Setelah Indonesia merdeka) di Lapangan Victoria (Sekarang Lapangan Merdeka Kota Sukabumi) bendera Jepang diturunkan dan diganti dengan bendera Merah Putih secara resmi. Kantor-kantor pemerintahan pendudukan Jepang juga direbut pada hari itu juga. Hanya dalam beberapa hari seluruh Kabupaten Sukabumi telah dapat dikuasai oleh Pemerintah Republik Indonesia. Terjadi penggantian besar-besaran para pejabat Kewedanaan dan Kecamatan yang tidak pro-kemerdekaan dengan tokoh-tokoh yang pro-kemerdekaan. pada akhir 1945 Mr. Haroen diangkat sebagai Bupati Sukabumi pertama paska-kemerdekaan, sedangkan Mr. R. Syamsoedin diangkat menjadi Wali Kota Kota Sukabumi. Istilah-istilah administratif pemerintahan Jepang sendiri diganti dengan Istilah Indonesia, seperti Ken yang diubah menjadi Kabupaten. Tanggal 1 Oktober pun ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.

B.     Kondisi Wilayah
Secara geografis wilayah Kabupaten Sukabumi terletak diantara 6°57’ - 7°25’ Lintang Selatan dan 106°49’ - 107°00’ Bujur Timur. Kabupaten Sukabumi memiliki luas wilayah 4.128km²  dengan 40 % berbatasan dengan lautan dan 60% merupakan daratan, bagian utara merupakan daerah perkebunan dan pertanian sedangkan dibagian selatan merupakan daerah pantai. Kabupaten Sukabumi terdiri atas 47 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 364 desa dan 4 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di  Palabuhanratu.
C.     Demografi Penduduk
Menurut Pusat Data Analisa dan Pembangunan Jawa Barat  jumlah penduduk kabupaten Sukabumi pada tahun 2015 adalah 2.434.221 jiwa dengan mata pencaharian sebagian besarnya merupakan petani dan nelayan. Dikutip dari jabarprov.go.id  terjadi pergeseran ketenaga kerjaan yang mengakibatkan penduduk yang bekerja di sektor pertanian cenderung menurun. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya daerah pesawahan yang berubah menjadi bangunan pabrik-pabrik besar milik asing.


D.    Potensi Daerah
Bentuk topografi wilayah Kabupaten Sukabumi pada umumnya meliputi permukaan yang bergelombang di daerah selatan dan bergunung di daerah bagian tengah dan utara. Kata “Gemah Ripah Loh Jinawi” yang mengandung makna subur, makmur, wibawa mukti,dilanjut dengan kata “ Mapar datar perkebunan banjaran ka Raharjaan” menggambarkan bahwa Kabupaten Sukabumi adalah daerah yang amat sangat kaya dengan potensi alam, menjadi pusat kesejahteraan. Adapun potensi daerah kabupaten Sukabumi meliputi beberapa sektor yakni:
1.      Pertanian/Perkebunan
Letak kabupaten Sukabumi yang merupakan daerah dataran tinggi, serta dengan keadaan alam masih subur sangat memungkinkan untuk berkembang dalam sektor pertanian dan perkebunan. Perkebunan besar yang berada di kabupaten Sukabumi adalah perkebunan teh (dibawah PT. Nusantara VIII), dan perkebunan kelapa sawit di Cikidang. 
2.      Pariwisata
Ditinjau dari berbagai aspek kabupaten Sukabumi menjadi destinasi wisata yang disarankan dan menjadikan kabupaten Sukabumi akan lebih dikenal baik  lokal maupun interlokal. Sektor pariwisata di kabupaten Sukabumi patut diperhitungkan. Wisata yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung ke Sukabumi beberapa diantaranya adalah:
·        Pantai Palabuhanratu di Ibukota kabupaten yakni Palabuhanratu, merupakan wisata terpopuler dan andalan Jawa Barat serta pantai-pantai seksotis dikawasan Ujung Genteng.
·        Situs alam Geopark Ciletuh di daerah Ciemas  yang merupakan Geopark Internasional.



·        Kabupaten Sukabumi memiliki tiga puncak gunung yang terkenal yakni Gunung Halimun (1.929 m dpl), Gunung Salak (2.211 m dpl). (dibawah kementerian kehutanan yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak) gunung tersebut merupakan kawasan hutan lindung Primata Jawa dan Owa Jawa serta tanaman kantong semar dan jamur bercahaya, kemudian puncak Gunung Gede Pangrango (3.019 m dpl) dapat ditemukan padang bunga abadi Edelweis (bukit surya kencana).
3.      Pertambangan
Gunung Salak merupakan salah satu gunung yang masih aktiv, dengan kekayaan alam berupa minyak bumi dan gas alam.
4.      Niaga dan Industri
Pasar-pasar tradisional terus berkembang menjadi pasar modern. Tidak hanya itu, pada sektor industri kabupaten Sukabumi menjadi sasaran pemilik perusahaan-perusahaan besar baik lokal maupun asing yang mendirikan pabrik seperti; PT.Tirta Investa (Danone/Aqua), PT. Amerts Indah Otsuka (Pocari Sweat), PT. Dosan (garment), PT. Nina venus Indonusa, PT. Long Vin. dll.  














2.2  Type Pemimpin yang Diharapkan

Berdasarkan pemaparan sebelumnya Sukabumi membutuhkan pemimpin dengan menerapkan teori Sumber  Daya Kognitif yaitu teori kepemimpinan yang menyatakan bahwa seorang pemimpin memperoleh kinerja kelompok yang efektif dengan membuat rencana-rencana keputusan dan strategi yang efektif lalu mengomunikasikan kepada para anggota melalui pengaruh perilaku.
Dengan meninjau aspek demografi, pemimpin yang diharapkan untuk kabupaten Sukabumi, disimpulkan bahwa; Sukabumi membutuhkan pemimpin yang berjiwa muda, dan mampu meningkatkan kreativitas anak muda kabupaten Sukabumi, yang apabila ditinjau saat ini pemuda Sukabumi tidak memiliki ruang gerak untuk berkreasi dan belum tersedianya wadah/sarana-sarana untuk berkreasi.
Seperti yang digagas oleh Bung Karno “beri aku 10 pemuda kan ku goncangkan dunia”, bahkan seperti yang banyak diketahui bahwa pemuda adalah harapan bangsa dan generasi yang suatu nanti akan meneruskan roda kehidupan bangsa dan negara. Oleh karena itu, pemuda merupakan peluang emas untuk dikembangkan dan akan memberikan banyak kemajuan untuk kabupaten Sukabumi. Pemuda yang berkembang, terdidik, terlatih, dan diberdayakan akan memberikan banyak kontribusi dalam pembangunan kabupaten Sukabumi yang lebih baik. Sejauh ini pemuda Sukabumi aktif baik langsung maupun tidak langsung membantu jalannya kemajuan kabupaten Sukabumi dalam mempublik destinasi wisata alam Sukabumi, Sukabumi dengan kekayaan alamnya mempunyai peluang besar untuk menjadi salah satu i-con wisata alam di Jawa Barat yang lebih dapat diperhitungkan.

Tidak hanya itu kabupaten Sukabumi membutuhkan sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi semakin canggih sosok pemimpin yang mau berbaur dan berkomunikasi langsung sebagai bentuk menerima aspirasi atau hanya sekedar menyapa dan mempererat silaturahmi sangat diharapkan oleh setiap masyarakatnya, media sosial saat ini bisa menjadi alternatif disela kesibukan seorang pemimpin daerah agar dapat berinteraksi dengan masyarakat.
Salah satu pemimpin yang diharapkan untuk kabupaten Sukabumi adalah pemimpin memberikan banyak sarana dan ruang gerak bagi masyarakat khususnya golongan pemuda agar dapat bersinergi membangun kabupaten Sukabumi menjadi kabupaten yang agamis, unggul, produktif, mandiri, dan menjadi yang terbaik.






                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar