KATA PENGANTAR
Bismillah
al-Rahman al-Rahim
Puji syukur
penulis panjatkan kepada kehadirat Allah Swt. karena atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu
Administrasi dengan baik. Shalawat beserta salam
semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Saw. dan kepada seluruh shahabat dan
keluarga serta para pengikutnya sampai akhir zaman.
Makalah
ini menguraikan analisa kepemimpinan yang diharapkan sesuai dengan geografis
serta demografis di Kabupaten Sukabumi yang disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Pengantar Ilmu Administrasi program S1 Manajemen UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Sebagai
salah satu wujud rasa cinta penulis terhadap Kabupaten Sukabumi, penulis memilih
daerah Sukabumi untuk dijadikan bahan analisa karena Kabupaten Sukabumi
memiliki daya tarik yang luar biasa, kekayaan alam yang indah nan melimpah,
serta merupakan wilayah terluas di Provinsi Jawa Barat. Hal ini merupakan
peluang yang sangat besar bagi kabupaten Sukabumi untuk menjadi icon pariwisata
dan Budaya Jawa Barat.. Sejauh ini apa yang telah dilakukan Bupati-bupati
Sukabumi terus berkembang sangat baik. Namun, typologi pemimpin yang seperti
apa yang sebenarnya dibutuhkan Kabupaten Sukabumi? menjadi PR bagi penulis.
Penulis sangat menyadari mengelola wilayah yang luas tidaklah semudah
membalikkan telapak tangan. Oleh karena itu, penulis mencoba berkontribusi
dalam menyaluran aspirasi dengan harapan Sukabumi semakin lebih baik lagi.
Akhir kata penulis ucapkan banyak
terima kasih serta mohon maaf apabila dalam makalah ini masih terdapat berbagai
kekurangan.
Bandung,
15 Mei 2017
Penulis
BAB
I
LANDASAN
TEORI KEPEMIMPINAN
1. Pengertian
Kepemimpinan
Menurut
William G. Scott (1973) dalam buku “Leadership Failures, the
Distrusting Public, and Prospects of the Administrative State” bahwa
kepemimpinan adalah proses memengaruhi aktivitas yang diorganisir dalam suatu
kelompok dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkannya.
Pengertian
Kepempinan oleh Felix. A. Nigro (1965) dalam bukunya “Modern public
administration” bahwa ini dari kepemimpinan adalah memengaruhi aktivitas
orang lain.
Pengertian
kepemimpinan oleh Edward Lyman Munson, seorang brigadir Jenderal, dalam
bukunya “The Management of Man A Handbook On The Systematic
Development Of Morale And The Control Of Human Behavior. 1905” bahwa
kepemimpinan adalah suatu kesanggupan ataupun kemampuan untuk mengatas orang
orang yang sedemikian rupa agar mencapai hasil yang sebesar besarnya dengan
kemungkinan konflik yang sekecil kecilnya dan sebesar mungkin terjalinnya kerja
sama.
Kemudian
oleh Ordway Tead (1931) dalam bukunya “The art of leadership” bahwa
pengertian kepemimpinan adalah penggabungan perangai yang membuat seseorang mungkin
dapat mendorong beberapa pihak lain untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Kemudian oleh Massarik, Tannenbam dan weschler (1961) bahwa pengertian kepemimpinan adalah sebuah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam keadaan tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi menuju arah pencapaian satu tujuan tertentu ataupun lebih.
Kemudian oleh Massarik, Tannenbam dan weschler (1961) bahwa pengertian kepemimpinan adalah sebuah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam keadaan tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi menuju arah pencapaian satu tujuan tertentu ataupun lebih.
Sumber:http://www.learniseasy.com/pengertian-kepemimpinan-dan-teori-kepemimpinan.html
2. Macam
Macam Teori Kepemimpinan
1) Teori
Sifat : Teori kepemimpinan yang satu ini disebut trait theory. Ini merupakan
teori kepemimpinan yang mempertanyakan sifat-sifat yang membuat seseorang dapat
menjadi pemimpin. Dalam teori ini, tentu saja, memiliki kesimpulan bahwa
seorang pemimpin itu ada karena dilahirkan, atau sesuai dengan sifat yang
mereka miliki.
2) Teori
Kelompok: Teori kepemimpinan yang mengutamakan pertukaran positif dari pemimpin
kepada para anggota dalam mencapai tujuan tujuan kelompok ataupun organisasi.
Dalam teori ini, dipercaya bahwa dengan adanya hubungan saling tukar pendapat
antara pemimpin dan anggota, tujuan organisasi ataupun kelompok dapat tercapai.
3) Teori
Situasional dan model kontijensi: Teori kepemimpinan yang berisikan tentang
seorang pemimpin itu lahir dan ada karena adanya berbagai faktor situasional
yang membuat anggota dan pemimpin saling bergantung satu sama lain dalam
organisasi.
4) Teori
Situasional (teori siklus kehidupan) Hersey dan Blanchard: Teori kepemimpin
yang memungkinkan pemusatan perhatian pada para anggota dengan mengatur gaya
kepemimpinan tergantung pada kesiapan dan tingkat kedewasaan para anggota.
5) Teori
Pertukaran Pemimpin – anggota: Dalam teori ini dijelaskan bahwa dalam seorang
pemimpin haruslah membagi dua area dalam organisasi ataupun kelompok mereka,
yaitu kelompok luar dan kelompok dalam. Anggota dari kelompok dalam memiliki
status kinerja yang lebih tinggi dari kelompok luar begitupun dengan tingkat
kepuasan bersama pemimpin mereka.
6) Teori
Jalur Tujuan: Teori kepemimpin ini beranggapan bahwa tugas seorang pemimpin
adalah membantu para anggota dalam mencapai tujuan dan memberikan arahan
ataupun dukungan yang perlu guna memastikan tujuan mereka sesuai dengan sasaran
keseluruhan dari kelompok ataupun organisasi.
7) Teori
Sumber Daya Kognitif: Ini merupakan teori kepemimpinan yang menyatakan bahwa
seorang pemimpin memperoleh kinerja kelompok yang efektif dengan membuat
rencana rencana keputusan dan strategi yang efektif lalu mengomunikasikan
kepada para anggota melalui pengaruh perilaku.
8) Teori
Neokharismatik: Teori kepemimpinan yang cukup keren namanya ini menekankan pada
simbolisme yang dimiliki seorang pemimpin. Seorang pemimpin dalam organisasi
haruslah memiliki daya tarik emosional dan para angggota mempunyai komitmen
yang luar biasa.
9) Teori
Kepemimpinan Kharismatik: Teori ini mengemukakan bahwa para anggota organisasi
mengakui kepemimpinan seorang pemimpin dengan mengamati perilaku perilaku
tertentu yang dimilikinya khususnya yang bersifat heroik. Teori ini sedikit
berbeda dengan teori kepemimpinan neokharismatik yang seakan akan pemimpin adalah
orang yang paling diakui dan lebih dari semua anggotanya.
3. Kriteria
Kecakapan Pemimpin
1) Manajemen
Seorang
pemimpin harus memiliki kemampuan manajemen yang baik. Dia harus dapat
merencanakan segala sesuatu secara matang. Semua rencananya juga harus berjalan
sesuai rencana dan tersusun secara sistematis. Dia juga selalu harus memiliki
rencana cadangan, sehingga ketika rencana sebelumnya gagal, dia punya solusi
untuk mengatasinya.
2) Persamaan
Seorang pemimpin memang memiliki posisi
yang lebih tinggi daripada bawahannya. Namun tidak berarti dia memiliki hak
untuk mendominasi. Seorang pemimpin harus bisa memperlakukan semua orang di
sekitarnya dengan cara yang sama. Dengan demikian, semua orang akan
menghormatinya dan berusaha menaati perintahnya.
3) Bekerja
sama
Seorang pemimpin yang baik harus bisa
menjaga hubungan baik antara dia dan bawahannya. Dia juga harus memastikan
bahwa dirinya telah menjalin kerjasama yang baik antara dia dan bawahannya.
4) Motivasi
dan tekad
Seorang pemimpin yang baik harus
memiliki motivasi dan juga harus mampu memotivasi orang lain. Dia harus
memiliki tekad dan keyakinan yang besar, sehingga bawahannya yakin padanya dan
mau mengikuti perintahnya.
5) Keterampilan
berkomunikasi
Seorang
pemimpin yang baik harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan semua orang.
Keterampilan berkomunikasi yang baik sangat diperlukan untuk menjalin hubungan
yang baik antara pemimpin dan bawahannya.
6) Antusiasme
Seorang
pemimpin yang baik harus memiliki antusiasme dan semangat yang besar. Dengan
demikian, orang di sekitarnya bisa terinspirasi dan termotivasi oleh
semangatnya.
Sumber:
www.merdeka.com/
4. Pemimpin
yang Ideal dalam Islam
Al-Mawardi
rahimahullah dalam kitab al-Ahkâm ash-Shulthaniyah menyebutkan syarat-syarat
seorang pemimpin, di antaranya:
1) Adil
dengan ketentuan-ketentuannya.
2) Ilmu
yang bisa mengantar kepada ijtihad dalam menetapkan permasalahan kontemporer
dan hukum-hukum.
3) Sehat
jasmani, berupa pendengaran, penglihatan dan lisan, agar ia dapat langsung
menangani tugas kepemimpinan.
4) Normal
(tidak cacat), yang tidak menghalanginya untuk bergerak dan bereaksi.
5) Bijak,
yang bisa digunakan untuk mengurus rakyat dan mengatur kepentingan negara.
6) Keberanian,
yang bisa digunakan untuk melindungi wilayah dan memerangi musuh.
Ibnul-Muqaffa’ dalam kitab
al-Adabul-Kabir wa Adabush-Shaghir menyebutkan pilar-pilar penting yang harus
diketahui seorang pemimpin: “Tanggung jawab kepemimpinan merupakan sebuah bala`
yang besar. Seorang pemimpin harus memiliki empat kriteria yang merupakan pilar
dan rukun kepemimpinan. Di atas keempat kriteria inilah sebuah kepemimpinan
akan tegak, (yaitu):
1) Tepat
dalam memilih,
2) Keberanian
dalam bertindak,
3) Pengawasan
yang ketat, dan
4) Keberanian
dalam menjalankan hukum”.
Dia menambahkan: “Para pemimipin hendaklah
selalu mengawasi para bawahannya dan menanyakan keadaan mereka. Sehingga
keadaan bawahan tidak ada yang tersamar baginya, yang baik maupun yang buruk.
Setelah itu, janganlah ia membiarkan pegawai yang baik tanpa memberikan
balasan, dan janganlah membiarkan pegawai yang nakal dan yang lemah tanpa
memberikan hukuman ataupun tindakan atas kenakalan dan kelemahannya itu. Jika
dibiarkan, maka pegawai yang baik akan bermalas-malasan dan pegawai yang nakal
akan semakin berani. Jika demikian, kacaulah urusan dan rusaklah pekerjaan”.
Sumber:
https://almanhaj.or.id/2728-pemimpin-ideal.html
BAB II
TYPE PEMIMPIN YANG DIHARAPKAN
DI KABUPATEN SUKABUMI
2.1 Latar
Belakang
A. Kilas
Sejarah Kabupaten Sukabumi
Kabupaten
Sukabumi adalah sebuah kabupaten di Tanah Pasundan, Provinsi Jawa Barat,
Indonesia. Ibukotanya adalah Palabuhanratu. Kabupaten Sukabumi merupakan
kabupaten terluas Jawa Barat dan juga kabupaten terluas kedua di pulau Jawa.
Kabupaten Sukabumi berbatasan dengan Kabupaten Bogor di utara, Kabupaten
Cianjur di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Lebak di barat. Menurut
sejarah kabupaten Sukabumi telah berpenghuni sejak abad ke-9 M yang dibuktikan
dengan ditemukannya prasati sanghyang tapak di kawasan Cibadak.
Bentuk
kepemimpinan kabupaten Sukabumi pada masa kolonial Hindia-Belanda berada
dibawah kepemimpinan kabupaten cianjur yang merupakan bagian dari Keresidenan
Priangan. Namun pada tahun1776 Bupati Cianjur keenam membentuk sebuah kepatihan
yakni kepatihan Tjikole yang kemudian pada 13 Januari 1815 berganti nama
menjadi kepatihan Soekaboemi. Nama Soekaboemi diusulkan oleh Dr. Andries de
Wilde (pemilik perkebunan teh di Soekaboemi). Soekaboemi diambil dari Bahasa
Sansekerta; Soeka yang berarti kebahagian dan bhoemi yang berarti tanah. Jadi Soekaboemi (Sukabumi)
memiliki arti tanah yang disukai atau dapat didefinisikan bahwa Sukabumi
merupakan tanah yang asri, hening, tenang dan sangat nyaman untuk dihuni serta
sangat cocok untuk menghilangkan kepenatan. Hal ini yang menyebabkan apabila
seseorang berkunjung ke Sukabumi mereka segan untuk meninggalkan dan kembali ke
tempat asalnya.
Setelah
Jepang menaklukkan Hindia Belanda pada 8 Maret 1942, dikeluarkanlah UU No.
.
27 tahun 1942 tentang perubahan Tata Pemerintahan Daerah pada tanggal 5 Agustus
1942. Karesidenan (Residentie Preanger Regentschappen) berganti nama menjadi
Syukocan dan kepala daerahnya disebut Syukocanco.
Pada
1 oktober 1945 (Setelah Indonesia merdeka) di Lapangan Victoria (Sekarang
Lapangan Merdeka Kota Sukabumi) bendera Jepang diturunkan dan diganti dengan
bendera Merah Putih secara resmi. Kantor-kantor pemerintahan pendudukan Jepang
juga direbut pada hari itu juga. Hanya dalam beberapa hari seluruh Kabupaten
Sukabumi telah dapat dikuasai oleh Pemerintah Republik Indonesia. Terjadi
penggantian besar-besaran para pejabat Kewedanaan dan Kecamatan yang tidak
pro-kemerdekaan dengan tokoh-tokoh yang pro-kemerdekaan. pada akhir 1945 Mr.
Haroen diangkat sebagai Bupati Sukabumi pertama paska-kemerdekaan, sedangkan
Mr. R. Syamsoedin diangkat menjadi Wali Kota Kota Sukabumi. Istilah-istilah
administratif pemerintahan Jepang sendiri diganti dengan Istilah Indonesia,
seperti Ken yang diubah menjadi Kabupaten. Tanggal
1 Oktober pun ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
B. Kondisi
Wilayah
Secara
geografis wilayah Kabupaten Sukabumi terletak diantara 6°57’ - 7°25’ Lintang
Selatan dan 106°49’ - 107°00’ Bujur Timur. Kabupaten Sukabumi memiliki luas
wilayah 4.128km² dengan 40 %
berbatasan dengan lautan dan 60% merupakan daratan, bagian utara merupakan
daerah perkebunan dan pertanian sedangkan dibagian selatan merupakan daerah
pantai. Kabupaten Sukabumi terdiri atas 47 kecamatan, yang dibagi lagi atas
sejumlah 364 desa dan 4 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Palabuhanratu.
C.
Demografi Penduduk
Menurut
Pusat Data Analisa dan Pembangunan Jawa Barat
jumlah penduduk kabupaten Sukabumi pada tahun 2015 adalah 2.434.221 jiwa
dengan mata pencaharian sebagian besarnya merupakan petani dan nelayan. Dikutip
dari jabarprov.go.id terjadi pergeseran
ketenaga kerjaan yang mengakibatkan penduduk yang bekerja di sektor pertanian
cenderung menurun. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya daerah pesawahan
yang berubah menjadi bangunan pabrik-pabrik besar milik asing.
D.
Potensi Daerah
Bentuk topografi wilayah Kabupaten Sukabumi
pada umumnya meliputi permukaan yang bergelombang di daerah selatan dan bergunung
di daerah bagian tengah dan utara. Kata “Gemah Ripah Loh Jinawi” yang
mengandung makna subur, makmur, wibawa mukti,dilanjut dengan kata “ Mapar datar
perkebunan banjaran ka Raharjaan” menggambarkan bahwa Kabupaten Sukabumi adalah
daerah yang amat sangat kaya dengan potensi alam, menjadi pusat kesejahteraan.
Adapun potensi daerah kabupaten Sukabumi meliputi beberapa sektor yakni:
1.
Pertanian/Perkebunan
Letak kabupaten Sukabumi yang merupakan daerah dataran
tinggi, serta dengan keadaan alam masih subur sangat memungkinkan untuk
berkembang dalam sektor pertanian dan perkebunan. Perkebunan besar yang berada
di kabupaten Sukabumi adalah perkebunan teh (dibawah PT. Nusantara VIII), dan
perkebunan kelapa sawit di Cikidang.
2.
Pariwisata
Ditinjau dari berbagai aspek kabupaten Sukabumi menjadi
destinasi wisata yang disarankan dan menjadikan kabupaten Sukabumi akan lebih
dikenal baik lokal maupun interlokal.
Sektor pariwisata di kabupaten Sukabumi patut diperhitungkan. Wisata yang tidak
boleh terlewatkan saat berkunjung ke Sukabumi beberapa diantaranya adalah:
·
Pantai Palabuhanratu di Ibukota kabupaten yakni Palabuhanratu,
merupakan wisata terpopuler dan andalan Jawa Barat serta pantai-pantai seksotis
dikawasan Ujung Genteng.
·
Situs alam Geopark Ciletuh di daerah Ciemas yang merupakan Geopark Internasional.
·
Kabupaten Sukabumi memiliki tiga puncak gunung yang terkenal
yakni Gunung Halimun (1.929 m dpl), Gunung Salak (2.211 m dpl). (dibawah
kementerian kehutanan yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung
Halimun-Salak) gunung tersebut merupakan kawasan hutan lindung Primata Jawa dan
Owa Jawa serta tanaman kantong semar dan jamur bercahaya, kemudian puncak
Gunung Gede Pangrango (3.019 m dpl) dapat ditemukan padang bunga abadi Edelweis
(bukit surya kencana).
3.
Pertambangan
Gunung
Salak merupakan salah satu gunung yang masih aktiv, dengan kekayaan alam berupa
minyak bumi dan gas alam.
4.
Niaga dan Industri
Pasar-pasar
tradisional terus berkembang menjadi pasar modern. Tidak hanya itu, pada sektor
industri kabupaten Sukabumi menjadi sasaran pemilik perusahaan-perusahaan besar
baik lokal maupun asing yang mendirikan pabrik seperti; PT.Tirta Investa
(Danone/Aqua), PT. Amerts Indah Otsuka (Pocari Sweat), PT. Dosan (garment), PT.
Nina venus Indonusa, PT. Long Vin. dll.
2.2 Type
Pemimpin yang Diharapkan
Berdasarkan
pemaparan sebelumnya Sukabumi membutuhkan pemimpin dengan menerapkan teori
Sumber Daya Kognitif yaitu teori kepemimpinan yang menyatakan bahwa
seorang pemimpin memperoleh kinerja kelompok yang efektif dengan membuat
rencana-rencana keputusan dan strategi yang efektif lalu mengomunikasikan
kepada para anggota melalui pengaruh perilaku.
Dengan meninjau aspek demografi, pemimpin
yang diharapkan untuk kabupaten Sukabumi, disimpulkan bahwa; Sukabumi
membutuhkan pemimpin yang berjiwa muda, dan mampu meningkatkan kreativitas anak
muda kabupaten Sukabumi, yang apabila ditinjau saat ini pemuda Sukabumi tidak
memiliki ruang gerak untuk berkreasi dan belum tersedianya wadah/sarana-sarana
untuk berkreasi.
Seperti yang digagas oleh Bung Karno “beri
aku 10 pemuda kan ku goncangkan dunia”, bahkan seperti yang banyak diketahui
bahwa pemuda adalah harapan bangsa dan generasi yang suatu nanti akan
meneruskan roda kehidupan bangsa dan negara. Oleh karena itu, pemuda merupakan
peluang emas untuk dikembangkan dan akan memberikan banyak kemajuan untuk
kabupaten Sukabumi. Pemuda yang berkembang, terdidik, terlatih, dan
diberdayakan akan memberikan banyak kontribusi dalam pembangunan kabupaten
Sukabumi yang lebih baik. Sejauh ini pemuda Sukabumi aktif baik langsung maupun
tidak langsung membantu jalannya kemajuan kabupaten Sukabumi dalam mempublik
destinasi wisata alam Sukabumi, Sukabumi dengan kekayaan alamnya mempunyai
peluang besar untuk menjadi salah satu i-con wisata alam di Jawa Barat yang
lebih dapat diperhitungkan.
Tidak hanya itu kabupaten Sukabumi
membutuhkan sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Seiring berkembangnya
zaman dan teknologi semakin canggih sosok pemimpin yang mau berbaur dan
berkomunikasi langsung sebagai bentuk menerima aspirasi atau hanya sekedar
menyapa dan mempererat silaturahmi sangat diharapkan oleh setiap masyarakatnya,
media sosial saat ini bisa menjadi alternatif disela kesibukan seorang pemimpin
daerah agar dapat berinteraksi dengan masyarakat.
Salah satu pemimpin yang diharapkan
untuk kabupaten Sukabumi adalah pemimpin memberikan banyak sarana dan ruang
gerak bagi masyarakat khususnya golongan pemuda agar dapat bersinergi membangun
kabupaten Sukabumi menjadi kabupaten yang agamis, unggul, produktif, mandiri,
dan menjadi yang terbaik.