Jumat, 21 September 2018

TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW

Salah satu teori motivasi klasik dan menajadi basic teori-teori selanjutan adalah teori Abraham Maslow.
Abraham Maslow adalah teoritikus psikologi humanistik, yang lahir di Brooklyn, New York 01 April 1908. Dalam ilmu psikologi dan manajemen sumber daya manusia Maslow terkenal dengan teori tentang Hierarki kebutuhan ( Hierarchy of needs).

Teori kebutuhan ini menyatakan "orang akan termotivasi apabila ada kebutuhan yang belum terpenuhi".
Teori ini membagi kebutuhan manusia dalam 5 kategori:
1. Physyologys Needs ( Kebutuhan Fisiologis)
2. Safety Needs (kebutuhan rasa aman)
3. Social Needs (kebutuhan sosial)
4. Esteem Needs( kebutuhan akan penghargaan)
5. Self- Actualisation ( kebutuhan akan aktualisasi diri)

Hasil gambar untuk piramida maslow
Teori Maslow di gambarkan piramida karena semakin mengerucut artinya  semakin keatas semakin kecil dan tidak semua orang (tidak banyak)  orang yang memiliki kebutuhan tersebut.
Cara membaca teori tersebut pun bukan di mulai dari atas tetapi dari kebutuhan yang paling dasar yaitu Physyologys Needs.

  • Kebutuhan fisiologis berada di tingkatan awal karena pada tingkat kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan dasar dimana setiap manusia hidup membutuhkan makan, minum, istirahat, dan pakaian. ruang pada fisiologis lebar karena orang yang membutuhkannya sangat banyak. Dengan teori ini pula apabila kebutuhan fisiologis seseorang belum terpenuhi maka dia akan terdorong untuk bekerja keras agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
  • Kebutuhan rasa aman, ketika kebutuhan fisiologis terpenuhi maka muncul kebutuhan rasa aman. kebutuhan rasa aman tidak hanya menyangkut soal terhindar dari ancaman dan gangguan tetapi di zaman modern ini, rasa aman muncul dengan memiliki jaminan hari tua, rumah untuk berlindung, tabungan sebagai cadangan kas apabila suatu saat terjadi hal yang mendadak, dan jaminan lainnya. 
  • kebutuhan sosial, berupa kebutuhan dimana seseorang dapat diterima di masyarakat, butuh akan pasangan, keluarga, dan kebutuhan akan kemajuan dalam hidupnya.
  • kebutuhan akan penghargaan (esteem),  manusia memiliki harga diri maka hal yang wajar apabila manusia ingin dihargai. kebutuhan penghargaan ini dapat berupa status sosial, dan kedudukan/jabatan.
  • kebutuhan aktualisasi diri, dalam setiap diri manusia tersimpan banyak potensi dan kemampuan yang belum tentu semuannya dapat dikembangkan.  tentunya hal yang wajar apabila seseorang ingin mengembangkan kemampuan dalam dirinya.
    Dalam pengaplikasiannya seorang manajer untuk memotivasi karyawannya harus memahami kebutuhan apa yang sedang ingin dipenuhi bawahannya. ketika manajer dapat memahaminya dan dapat memuaskan kebutuhan bawahannya sesuai dengan prespektif kebutuhannya, karyawan akan merasa yakin bahwa organisasi/perusahaan tersebut memiliki kesesuaian antara tujuan pribadi karyawan dan tujuan organisasi. dampak positifnya adalah kinerja karyawan akan terus membaik.
  • Kelemahan teori motivasi Abraham Maslow
  1. teori ini menyatakan bahwa kebutuhan manusia bertahap. Artinya manusia tidak mungkin memiliki kebutuhan yang sama pada satu kondisi. Kritik: Pada suatu kondisi kebutuhan manusia tidak selalu bertahap demikian, ada kala dimana manusia memiliki kebutuhan yang sama dalam satu kondisi. Contoh: Saat ini kebiasaan masyarakat Indonesia adalah memotret makan sebelum ia memakannya. apabila kita amati dalam kondisi ini manusia memiliki kebutuhan yang sama dalam satu kondisi, yaitu kebutuhan akan makanan dan kebutuhan penghargaan dan pengakuan dirinya di masyarakat.
  2. Teori Motivasi Abraham Maslow sulit diuji. Proses pegujian dan pengamatannya akan membutuhkan waktu lama, karena harus melakukan pengamatan pada individu dari sejak ia lahir sampai ia meninggal. Guna apakag benar kebutuhan manusia bertahap demikian.
  3. Maslow dalam teorinya tidak menjelaskan bagaimana motivasi seseorang yang terjadi apabila seluruh tahapan kebutuhan sudah terpenuhi.
  • Kelebihan teori motivasi Abraham Maslow
  1.  Teori Maslow rasional. Banyak diterapkan di berbagai perusahaan.
  2. Teori ini pun kemudian dijadikan basic teori-teori motivasi selanjutnya.

  • Saran dan Referensi:
Buku karya Prof. Dr. Sondang P. Siagian, MPA. Teori Motivasi dan Aplikasinya. 
Penerbit: PT. Rineka Cipta: 2012